Pelita Hatiku, Ibu dan Ayah tercinta

Dimalam yang sunyi ini seakan pecah karena irama air yang mengalir memainkan alunan nada yang jatuh diatas genting rumahku. Ketika itu aku duduk merenung terpojok ditemani dinginnya malam ini. pikiranku tertuju pada cahaya kasih sayang yang selalu ku dapatkan dari buaian perut ibu hingga aku menjadi aku. Aku yang diajarkan arti kehidupan oleh pemberi kasih sayang itu, ibu dan ayahku.

Entah mengapa malam ini aku terhanyut dalam renungan tentang pelita hati yang menerangi jiwaku dengan kasih sayangnya itu. Aku mengingat tentang masa kecilku yang indah, masa dimana saat aku belum mengerti apa-apa hingga aku diberikan pelajaran kehidupan.

 Wahai ibu, senyum kasihmu mampu melawan seribu bahasa kalbuku. Usapan lembut jemarimu membelai rambutku sehingga aku terbuai akan kasih sayang yang kau pancarkan kepadaku. Rangkaian kata-kata bijak mu terucap bagai dongeng kehidupan yang akan mendatangiku ketika aku akan menghadapi sandiwara-sandiwara kehidupan dunia. Alunan syair terbalut do’a menjadi sebuah harapan yang dimintanya kepada Tuhan untukku agar menjadi insan yang diharapkan, sehingga menjadi senyuman termanis dalam hidupnya.

Wahai ayah, tiada terlihat lelah ketika engkau sepulang mencari sebongkah rezeki, rasa lelahmu kau tutup rapat dengan senyuman manis, agar engkau terlihat baik-baik saja walau ku tahu pundakmu mempunyai beban yang teramat besar untukku dan ibu. Langkahmu adalah pancaran semangat yang tak pernah pudar walau ditempat gelap sekalipun. Senyumanmu adalah lukisan perjuangan dan pengorbanan yang ia persembahkan untuk keluarga tercinta. Ayah, walau tak selembut dan sehangat ibu menyentuhku, namun sentuhanmu memberikan energi yang luar biasa dan tertanam dalam jiwa menjadikan aku pribadi yang tak pernah mengeluh walau diterpa badai yang hampir merobohkan langkah kecilku.

 Oh Tuhan…

Apa yang telah ku berikan untuk membalas kebaikan mereka yang memberikanku pelajaran kehidupan ini ? Maafkan aku Tuhan, aku sering melupakannya dan tidak memikirkannya padahal mereka selalu mengkhawatirkan aku ketika akau meminta izin untuk mencicipi sandiwara dunia yang teramat kejam. Sungguh perlakuaanku tidaklah adil.

 Ibu selalu berharap yang terbaik untuk anaknya, dan rela mengikhlaskan segala yang ia punya untuk kebaikkan anaknya. Sedangkan ayah berharap anaknya punya lebih banyak kesempatan daripada dirinya, dapat menghadapi terpaan cobaan dan tidak bergantung pada orang lain.

Oh Tuhan…

Ampunilah dosaku, aku yang selalu mengeluh dan mengeluh atas segala sesuatu hingga aku memaksakan kehendak kepada pelita hatiku, serta tidak menghargai jerih payah dan kesulitan mereka. Aku yang terkadang mempalingkan wajahku dari mereka, membantah perintah mereka, membohongi mereka untuk kesenangan sesaat, dan melafashkan nada-nada kasar kepada mereka. maafkan atas kesalahanku kepada mereka, Ya Tuhan .

Dalam renunganku, aku tersadar bahwa aku bukanlah siapa-siapa tanpa mereka. Aku lemah dan tak berdaya tanpa pelita hatiku. walau berjuta kebaikan ku berikan pada mereka, takkan mampu membalas derai air mata, keringat, darah dan nanah demi aku, anakmu. Sungguh beruntung aku memiliki mereka yang menyayangiku dengan tulus.

Oh Tuhan …

Aku bersimpuh dihadapanmu, aku memohon kepada-Mu. Ampunilah dosa mereka dan sayangilah mereka seperti mereka menyayangiku diwaktu kecil. Panjangkanlah umur mereka supaya aku dapat menghadiahkan senyum manis atas pelajaran kehidupan yang telah mereka ajarkan. Lembutkanlah lafash ku jika aku berbicara kepada mereka.

Tuhan gantilah setiap kesakitan, pengorbanan dan perjuangan kedua orangtuaku dengan Syurga-Mu yang paling indah, serta pertemukan kami dalam syurga-Mu itu.

Aamiin Allahuma Aamiin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s