Pembiayaan Usaha Baru Yang Berkembang

A.   Masalah-masalah Dalam Pencarian Modal Usaha

Setiap wirausahawan yang ingin memperoleh modal harus mengetahui tugas dari penanam modal. Penanam modal akan meneliti dan menyaring beberapa peluang yang dapat memajukan usahanya.

Masalah yang biasanya dihadapi wirausahawan adalah :

  1. Kinerja atau konsep perusahaan yang meragukan

Dua unsur yang mendasari ketidakminatan dari pemodal adalah terdapatnya resiko yang tinggi dan keuntungan yang kurang menjanjikan serta tingkat pengendalian modal yang ditanam.

  1. Perusahaan tidak dapat menindak lanjuti masalah

Faktor ini juga menjadi alasan gagalnya sebuah usaha dalam mendapatkan modal. Umumnya perusahaan tidak mempersiapkan memorandum kepada si pemodal, yang akhirnya terjadi miss comunication.

  1. Kurangnya pengalaman dan ketajaman bisnis
  2. Prefrensi dari pemodal

Masalahnya adalah kelompok pemodal kurang mrnyukai bidang investasi seperti perusahaan mungkin beoperasi pada industri yang berfluktuasi dan terlalu banyak masalah yang perlu dipecahkan secara langsung sebelum investasi

  1. Kurangnya hubungan dengan sumber-sumber modal

Contohnya seperti perusahaan tidak mempunyai papan nama, nomer telepon, dan tertutup terhadap publisitas.

B.   Pembiayaan Bisnis

Wirausahawan harus menentukkan jumlah maupun dana yang dibutuhkan, disamping itu proyeksi penjualan dan pertumbuhan perusahaan. Tiga tahap pendanaan pengembangan bisnis adalah sebagai berikut:

  1. Pendanaan tahap awal
    1. Pendanaan modal benih dalam jumlah yang relatif kecil untuk membutikan konsep dan studi kelayakan finansial
    2. Pendanaan pemula, pengembangaan produk dan pemasaran awal
  2. Pendanaan ekspensi atau perkembangan
    1. Tahapan modal kerja bagi tahap pertumbuhan awal
    2. Tahap ekspensi besar perusahaan dengan pertumbuhan penjualan yang cepat
    3. Tahap pembiayaan penjembatanan untuk mempersiapkan penawaran saham oleh perusahaan kepada masyarakat
  3. Pembiayaan akuisisi dan Leverage Buyouts
    1. Akuisisi tradisional memperoleh kepemilikan dan pengendalian atas perusahaan lain
    2. Leverage boyouts Managemen perusahaan mendapatkan kontrol atas perusahaan lain
    3. Privatisasi beberapa pemilik atau manager perusahaan membeli saham yang beredar

 C.   Penentu Hubungan Finansial Perusahaan

Perencanaan finansial diabgi menjadi dua bagian yaitu perencanaan likuiditas dan perencanaan laba. Perencanaan likuiditas dipusatkan kepada perencanaan aliran kas perusahaan. Perencanaan laba dapat disebut juga laporan laba rugi karena bersifat independen.

  1. Penentuan Kebutuhan Kas untuk memulai Usaha

Pendekatan pendapatan yang diperlukan mengembangkan jumlah modal yang diperlukan untuk menghasilkan sejumlah tertentu pendapatan pribadi tahunan. Pendekatan kas yang tersedia dimuali denagn jumlah modal yang dimaksud agar tersedia untuk menentukan pendapatan yang mungkin dari penggunaan efisien

2. Penentuan kebutuhan kas bagi perusahaan yang sudah ada

Beberapa langkah yang harus dilakukan oleh perusahaan baru untuk memproyeksikan kebutuhan kas adalah;

  1. Membuat proyeksi laporan laba rugi
  2. Membuat neraca arus kas dan nama akun neraca
  3. Membuat proyeksi aliran atau arus kas
  4. Membuat proyeksi neraca
  5. Membuat ringkasan kebuthab dan penggunaan kas
  6. Menentukan bagian dari kas total yang dibutuhkan untuk membiayai dengan modal venture.
  7. Pengeluaran perusahaan
    1. Pengeluaran jangka pendek

Pengeluaran jangka pendek adalah pengeluaran yang timbul adaria ktivitas bisnis sehari-hari, seperti pengeluaran untuk bayar gaji karyawan, biaya operasi dan biaya penggunaan persediaan bahan baku, barang dalam proses maupun barang jadi.

  1. Pengeluaran jangka panjang

Pengeluaran jangka panjang adalah pengeluaran yang membutuhkan dana untuk membiayai aktiva tetap dalam masa pemakaian panjang, contohnya investasi tanah, gedung, kendaraan dan mesin

  1. Pengeluaran jangka pendek maupun jangka panjang, sehingga perusahaan membutuhkan modal atau modal asing (hutang) yang dapat memenuhi kebutuhan pengeluaran
    1. Sumber dana jangka pendek : utang dagang, pinjaman bank jangka pendek dengan jaminan
    2. Sumber dana jangka panjang: utang jangka panjang, obligasi perusahaan, laba ditahan

 D.   Sumber-sumber Permodalan

Dana permodalan dapat diperoleh dalam 3 cara, yaitu:

  1. Dana sendiri berupa modal yang diperoleh dari pemilik perusahaan
  2. Dana pinjaman dapat diperoleh dari kredit usaha, kredit tanpa agunan, koperasi
  3. Dana gabungan usaha dapat diperoleh dari bergabung (joint) dengan teman yang berpotensi memiliki dana pemodalan dalam jumlah besar

E.   Penilaian Perusahaan

Seorang wirausahawan perlu melakukan penilaian terhadap kinerja manajemen dan melakukan evaluasi pada laporan perusahaan, diantaranya seperti :

  • Laporan Laba/Rugi

adalah suatu gambaran salah satu laporan keuangan dalam akuntansi yang menggambarkan apakah suatu perusahaan mengalami laba atau rugi dalam satu periode akuntansi.

  • Laporan Neraca

adalah salah satu laporan keuangan dalam akuntansi yang menunjukan keadaan keuangan secara sistematis dari suatu perusahaan pada saat tertentu dengan cara menyajikan daftar aktiva, utang dan modal pemilik perusahaan.

  • Laporan Perubahan Modal

merupakan salah satu bentulk laporan keungan yang memberikan informasi tentang penyebab bertambah atau berkurangnya modal selama dalam masa periode tertentu.

  • Laporan Arus Kas

menggambarkan adanya suatu penerimaan dalam aliran kas masuk perusahaan dari kegiatan perusahaan tersebut.

Pendekatan analisa keuangan

The Balanced Scorecard

Untuk mengevaluasi perusahaan sperti penggunaan CSF dalam mengevaluasi dan mengkompensasi manajer perseorangan

2.    Analisis Rasio Keuangan

Analisis rasio keuangan menggunakan rasio laporan keuangan untuk mengevaluasi kinerja perusahaan. Dua ukuran kinerja yang umum adalah likuiditas dan profitabilitas.Likuiditas mengacu pada kemampuan perusahaan untuk membayar beban-beban lancar dari operasinya dan utang yang jatuh tempo.

3.    Economic Value Added

Economic value added (EVA) adalah suatu pendapatan unit bisnis setelah pajak dan setelah mengurangi biaya modal. EVA digunakan untuk memfokuskan perhatian manajer pada penciptaan nilai bagi pemegang saham. Dengan memperoleh laba yang lebih besar daripada biaya modal perusahaan, perusahaan meningkatkan sumber daya di dalam perusahaan yang tersedia untuk dividen dan atau untuk membiayai pertumbuhan perusahaan yang berkelanjutan.

EVA = EVA pendapatan bersih – (biaya modal x investasi modal)

Pendekatan Penilaian

Empat metode untuk mengukur nilai suatu perusahaan secara langsung yaitu :

  • Metode Nilai Pasar

Nilai perusahaan ditentukan dari jumlah saham beredar dikalikan dengan harga pasar saham saat ini. Metode ini merupakan ukuran penilaian pemegang saham yang paling cepat dan objektif atas kinerja dan keberhasilan perusahaan dalam menciptakan nilai untuk pemegang saham.

  • Metode Penilaian Aktiva

Akuntan-akuntan memiliki empat pilihan pada saat menggunakan metode ini yaitu nilai buku bersih, nilai buku kotor, biaya penggantian, dan nilai likuidasi.

Kelemahan penting dari dua metode pertama adalah bahwa keduanya dipengaruhi oleh kebijakan akuntansi perusahaan dan dapat sangat terdistorsi oleh umur asset dan tidak disertakannya aktiva tidak berwujud.

  • Metode Discounted Cash Flow

Metode ini mengukur nilai perusahaan sebagai nilai sekarang dari arus kas bersih yang diskonto. Arus kas satu tahun atau lebih di masa depan didiskontokan untuk memperhitungkan nilai waktu dari uang ; arus kas pada periode-periode terbaru lebih bernilai dibandingkan arus kas pada periode-periode yang terlalu jauh.

  • Penilaian Berdasarkan Perolehan

Metode berdasarkan perolehan memperhitungkan nilai sebagai produk dari perolehan akuntansi tahunan yang diharapkan dikalikan dengan suatu multiplier/pengganda. Pengganda tersebut seringkali digaji, bonus, tunjangan atau tambahan penghasilan dari rasio-rasio harga terhadap perolehan dari perusahaan-perusahaan yang dipegang secara umum dan sebanding.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s