Berakhirnya Usaha dan Sumber Daya Manusia Bagi Organisasi Kewirausahaan

1.1  Kepailitan

Usaha baru jika dikelola dengan buruk seringkali mengalami kegagalan. Kegagalan ini akan berdampak buruk bagi seorang pengusaha baru misalnya mengalami kekecewaan berkepanjangan atau tidak berniat untuk membuat usaha baru lagi. Kepailitan juga dapat dikatakan sebagai suatu kondisi dimana sebuah institusi bisnis tidak mampu menutupi kewajiban jangka pendeknyakegagalan tersebut seharusnya bisa dihindari dengan perhatian yang lebih besar pada faktor-faktor tertentu dalam operasi bisnis. Terdapat tiga alternative bagi badan usaha yang berada pada posisi mendekati kepailitan atau pada posisi tidak mampu membayar kewajiban jangka pendeknya. Tiga altrnatif tersebut adalah:
a. Likuidasi adalah kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya atau hutang yang harus dibayar dengan harta lancer lainnya.

b. Reorganisasi adalah suatu proses pembentukan norma-norma dan nilai-nilai baru agar serasi dengan lembaga-lembaga kemasyarakatan yang telah mengalami perubahan.

c. Rescheduling adalah upaya penyelamatan kredit dengan melakukan perubahan syarat-syarat perjanjian kredit yang berkenaan dengan jadwal pembayaran kembali kredit atau jangka waktu, termasuk besarnya jumlah angsuran atau tidak

 

1.2  Strategi Selama Reorganisasi

Biasanya reorganisasi membutuhkan waktu. Selama periode ini, wirausahawan bisa membantu proses bergerak lebih cepat dengan berinisiatif membuat rencana-rencana, menjual rencana pada kreditor yang dijamin, komunikasi dengan kelompok kreditor, dan menghindari penulisan cek yang tidak adanya. Kunci untuk memperbesar proses kepailitan adalah mengikuti kreditor tentang bagaimana bisnis dijalankan dan menekan arti penting dukungan kreditor selama proses.

Aktivitas-aktivitas positif yang dapat dilakukan wirausaha dalam masa reorganisasi :

  • Berinisiatif membuat rencana-rencana keuangan baru
  • Menjual rencana keuangan tersebut kepada kreditor yang dijamin
  • Berkomunikasi dengan baik kepada kelompok kreditor
  • Menghindari pengeluaran secara ketat

 

1.3  Mempertahankan Operasi Usaha

a.Faktor-faktor yang dapat menimbulkan resiko kegagalan bisnis, yaitu :

  1. Optimisme berlebihan ketika bisnis sedang sukses
  2. Tidak rajin membuat rencana-rencana pemasaran dengan tujuan yang jelas
  3. Tidak membuat proyeksi arus kas dan selalu memupuk modal / kapitalisasi
  4. Selalu terbelakang dalam persaingan pasar
  5. Tidak dapat mengidentifikasikan hal-hal yang membuat perusahaan dalam kondisi bahaya

 

b. Faktor-faktor penting yang bisa mengurangi resiko kegagalan bisnis  yaitu:

  1. Optimisme berlebihan ketika bisnis dalam keadaan sukses
  2. Tidak membuat rencana-rencana pemasaran dengan tujuan yang jelas
  3. Tidak membuat proyeksi arus kas dan selalu menumpuk modal atau kapitalitasi
  4. Selalu terbelakang dalam persaingan pasar
  5. Tidak dapat mengidentifikasi hal-hal yang membuat perusahaan dalam kondisi bahaya

 

 

1.4  Tanda-tanda Kepailitan

Wirausahawan hendaknya mengetahui tanda-tanda usaha dan lingkungan yang mungkin merupakan peringatan dini kesulitan. Sering wirausahawan tidak menyadari apa yang terjadi dan tidak mau menerima hal yang tidak bisa dihindarkan. Beberapa peringatan dini yang merupakan tanda-tanda kepailitan adalah sebagai berikut:
1. Kelalaian dalam managemen keuangan
2. Direktur tidak bisa mendokumentasikan dan menjelaskan transaksi-transaksi besar.
3. Pelanggan diberikan potongan harga tinggi untuk mempercepat pembayaran karena arus kas   yang buruk.
4. Kontrak yang diterima dibawah jumlah standar untuk menghasilkan kas.
5. Bank meminta pelunasan hutang-hutangnya.
6. Orang-orang penting dalam perusahaan meninggalkan perusahaan.
7. Kurangnya bahan mentah untuk memenuhi pesanan.
8. Pajak upah dan gaji tidak dibayarkan.
9. Pemasok meminta pembayaran secara kontan.
10.Meningkatnya keluhan pelanggan mengenai kualitas produk/jasa.

 

 

1.5  Suksesi Usaha

Banyak usaha baru akan dialihkan kepada anggota keluarga. Jika tidak ada anggota keluarga yang tertarik pada usaha tersebut, penting bagi wirausahawan untuk baik menjual usahanya atau melatih seseorang dalam organisasi untuk mengambil alih.
1. Transfer kepada anggota keluarga.
2. Transfer usaha kepada anggota bukan keluarga.

 

 

Referensi

http://elearning.gunadarma.ac.id

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s