Opini Kasus Penyelewengan Biaya Pendanaan Mobil Listrik

Kasus demi kasus dugaan korupsi menyerang mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan. Bahkan, Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta sudah menetapkannya sebagai tersangka kasus dugaan koruspi pengadaan 21 gardu induk PLN Jawa Bali dan Nusa Tenggara. Tak tertutup kemungkinan Dahlan juga menjadi tersangka untuk kasus dugaan koruspi pengadaan 16 mobil listrik 2013.

Kejagung menyatakan telah terjadi penyalahgunaan wewenang, penunjukkan langsung, dan pengerjaan yang tak sesuai kontrak namun dibayarkan dalam kasus pengadaan mobil listrik. Negara diasumsikan merugi sebanyak Rp32 miliar akibat ketiga hal itu.

Sejauh ini, Kejagung telah menetapkan dua tersangka untuk kasus ini. Mereka adalah Dasep Ahmadi dari PT Sarimas Ahmadi Pratama selaku pelaksana proyek yang ditunjuk langsung serta mantan Pejabat Program Kemitraan dan Bina Lingkungan Kementerian BUMN Agus Suherman. Keduanya dijerat Pasal 2 dan 3 UU Tipikor.

Dasep ditetapkan sebagai tersangka karena 16 mobil listrik yang ia buat tak sesuai kontrak, bahkan tak satupun berhasil digunakan. Agus ditetapkan sebagai tersangka karena dianggap menyalahi wewenangnya dengan meminta dana Rp32 miliar terhadap tiga BUMN yaitu BRI, PGN, dan Pertamina

Adapun Dahlan terseret karena info yang digali Kejagung menunjukkan bahwa dialah yang memerintahkan Agus untuk meminta dana kepada ketiga BUMN. Dahlan menyebut dana tersebut sebagai dana sponsorship mobil listrik untuk KTT APEC 2013 meski dananya tidak diambilkan dari pos promosi.
Sumber : http://nasional.tempo.co/read/news/2015/06/23/063677463/dahlan-terancam-jadi-tersangka-pengadaan-mobil-listrik

Opini saya mengenai kasus penyelewengan biaya pendanaan mobil listrik diatas terletak pada sumber pendanaan yang digunakan untuk pembiayaan mobil listrik tersebut karena sumber dana tidak diperoleh dari APBN melainkan dari himpunan dana biaya promosi BUMN yaitu BRI, PGN, dan Pertamina. Selanjutnya sebaiknya diperlukan pihak independen yang mengawasi dan memantau pengendalian biaya dalam mengalokasikan biaya dari BUMN selaku pemberi sumber dana  dengan PT. PT Sarimas Ahmadi Pratama selaku pembuat mobil listrik secara efektif pada proses pembuatan mobil listrik agar terselesaikan sesuai dengan pesanan, serta melibatkan pihak-pihak pemerintah yang berwenang agar menghindari tindakan penyalahgunaan sumber pendanaan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s